Sabtu, 21 Maret 2009

...:::: Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini ?? ::::...

Di sini saya mengajak semua sahabat2 cyberku sekalian dmanapun klian berada utk sejenak merenung dan meresapi kehidupan kita sehari2 . . .
Sudahkah kita bersyukur atas apa2 yg kita miliki,nikmati hari ini . . . .?
Mari kita perhatikan dgn seksama beberapa Pic dibawah ini . . .
Lihat dan rasakan dgn hatimu . . . . .




~ Jika kita memiliki rumah yang nyaman,Apartement mewah,coba lihatlah mereka. . . .





















~ Jikalau kita kira pekerjaan kita memuakan, bagaimana dgn dia ?

















~ Jikalau kita kira gaji kita rendah,bagaimana dgn anak ini ?















~ jikalau kita kira belajar adalah membosankan bagaimana dgn dia ?

















~ ketika kita merasa putus asa,mari sejenak kita berfikir ttg pria ini ?





















~ Dimanakah kita pada saat sehat . . . .?

















~ Masihkah kita bermalas2an . . . .?














~ Dahulu Di saat kita kecil dimanja dan di sayang,
Bagaimana dgn dia ? nampak manjakah dia ?





















~ Kita sering mengeluh tentang makanan yg sedang kita santap, bagaimana dgn dia . . . ?















~ Masihkah Kita berfikir untuk membentak . . . .





















dan
melawan ibu kita . . . .?





















~ Sudahlah kita mengasuhnya dgn baik,toh pada
akhirnya kita kelak'kan seperti dia,tua,renta dan pikun . . . .?



























































































Sahabat . . .
bersyukurlah dengan apa yang kita dapat saat ini . . . .
dan smoga renungan yg sedikit ini dapat membawa kita semua kepada
Pemberi Nikmat yg sesungguh'Nya !
yg senantiasa kita naifkan,lupakan dan abaikan . . .


Amin . . . .

Rabu, 18 Maret 2009

Cukup Itu Berapa ???

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang
tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si
petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang
emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas
berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember
untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh,
dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi
semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih
kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum
cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani
itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah
bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata
"cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan
sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah
target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti
berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit
berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri
kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata "Cukup"



Aku tak suka bibirku..kurang seksi. Aku ingin seperti Angelina Jolie.













Di saat yang sama seseorang berharap...

Tuhan, berikanlah aku bibir yang normal...

















Aku ingin mataku berwarna biru..Akan lebih cantik bila aku punya mata berwarna biru..
















Di saat yang sama seseorang berharap..

Tuhan, kenapa kau tidak berikan aku sepasang mata untuk melihat...





















Aku oleskan pewarna dan kurawat jari-jariku agar selalu tampil cantik





















Di saat yang sama seseorang bersyukur...

Tuhan, kau hanya berikan aku 4 jari, namun aku mensyukurinya...
















Aku akan ke salon, creambath dan hairspa agar rambutku tampil cantik















Di saat yang sama seseorang menangis..

Tuhan, kenapa aku diberikan kepala dengan ukuran yang berbeda...

Kalau seperti ini, rambut seperti apapun akan terlihat aneh...



















Di saat yang sama seseorang bersyukur...

Tuhan, kau tak memberikan aku tangan dan kaki..namun aku bahagia aku masih bisa berkarya...





















Sesungguhnya tubuh kita adalah hal yang berharga
Tak peduli apapun warnanya, apapun ukurannya, apapun bentuknya...
Syukurilah itu kawan...

Karena di luar sana masih banyak yang mengharapkan mendapat fisik yang lengkap...
Kau lah ciptaan Tuhan yang terbaik...

Kau yang tampan
Kau yang cantik
Syukurilah itu..walaupun itu hanya sementara...

Kawan dengarlah...jutaan orang di luar sana ...
Berharap bisa melihat...
Berharap bisa mendengar...
dan berharap bisa berbicara....
Seperti kita....

Kau tak pernah mengerti..
Dan tak kan pernah mengerti...
Sadarlah kawan...
Bahwa sesungguhnya kau tidak kekurangan....